Tampilkan postingan dengan label tips diet. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tips diet. Tampilkan semua postingan

3 Langkah Sederhana, mempercepat diet

Standard
3 Langkah Sederhana, mempercepat diet Anda:
1. Kurangi Gula dan Pati

Bagian yang paling penting adalah mengurangi gula dan pati (karbohidrat).
Ini adalah makanan yang merangsang sekresi insulin, saat insulin turun, tubuh mulai membakar lemak dan bukan karbohidrat.

Manfaat lain dari turunnya insulin ginjal Anda membuang kelebihan sodium dan air dari tubuh Anda.

Hal ini bisa menurunkan sampai 10 kilogram (kadang-kadang lebih) di minggu pertama diet, tetapi ingat karena berkurangnya lemak tubuh + berat air yang dibuang oleh ginjal.

2. Makan Protein, Lemak dan Sayuran
Setiap makanan Anda harus menyertakan sumber protein, sumber lemak dan sayuran rendah karbohidrat. Membiasakan pola makan Anda dengan cara ini secara otomatis akan membawa asupan karbohidrat Anda ke kisaran yang direkomendasikan 20-50 gram per hari.

Sumber Protein:
  • Daging - Daging sapi, ayam, domba, dll.
  • Ikan dan Seafood – Salmon, udang, lobster, dll.
  • Telur 
Makan banyak protein akan meningkatkan metabolisme 80 hingga 100 kalori per hari.

Diet protein tinggi juga bisa mengurangi rasa lapar, mengurangi keinginan untuk ngemil dan secara otomatis akan mengkonsumsi 441 kalori lebih sedikit per hari.

Sayuran rendah karbohidrat:
  • Brokoli
  • Bunga Kol
  • Bayam
  • Kubis
  • Selada
  • Timun
  • Seledri
Jangan takut untuk makan sayuran rendah karbohidrat ini. Anda bisa makan dalam jumlah besar tanpa melebihi batas carbo 20-50 gram per hari.

Diet berdasarkan daging dan sayuran mengandung semua serat, vitamin dan mineral yang Anda butuhkan untuk menjadi sehat. Tidak ada kebutuhan fisiologis minimal untuk biji-bijian dalam makanan.

Sumber Lemak:
  • Minyak zaitun
  • Minyak kelapa
  • Minyak alpukat
  • Mentega
Makan 2-3 kali sehari. Jika Anda merasa lapar di sore hari, tambahkan makanan ke-4.

Jangan takut makan lemak, coba lakukan keduanya diet rendah karbohidrat dan rendah lemak sekaligus-akan menjadi resep untuk kegagalan diet Anda.

Lemak masak terbaik untuk digunakan adalah minyak kelapa . Ini kaya akan lemak yang disebut medium-chain triglycerides (MCT). Lemak ini lebih memuaskan daripada yang lain dan dapat meningkatkan metabolisme sedikit.

3. Angkat Beban/ cardio 3 Kali Per Minggu

Anda tidak harus berolahraga untuk menurunkan berat badan, tapi dianjurkan.

Pilihan terbaik adalah pergi ke gym 3-4 kali seminggu, lakukan pemanasan, angkat beban, lalu peregangan.

Dengan angkat beban, Anda akan membakar beberapa kalori dan mencegah metabolisme Anda melambat, yang merupakan efek samping yang umum terjadi pada program untuk menurunkan berat badan.

Jika angkat beban bukan favorit Anda, maka lakukan beberapa latihan kardio seperti berlari, jogging, berenang atau berjalan cepat sudah cukup.


Cara Diet Cepat atau Sehat

Standard
Ada banyak cara untuk menurunkan berat badan dengan cepat, namun kebanyakan dari program diet tersebut akan membuat Anda lapar atau sangat lapar.

Jika Anda tidak memiliki motivasi kuat, maka kelaparan akan menyebabkan Anda melepaskan rencana diet ini dengan cepat.

Penurunan berat badan yang cepat atau sehat?

Program penurunan berat badan yang ideal dengan mengurangi lemak 1-2 pound per minggu (½ sampai 1 kg). Tidak dianjurkan diet yang terlalu ketat karena akan menurunkan metabolisme tubuh dan mencegah berkurangnya massa otot.

Namun, ada kondisi tertentu yang perlu menurunkan berat badan lebih cepat seperti obesitas yang berat. Jadi tidak tepat untuk mereka yang hanya perlu menurunkan berat badan 1-12 kg saja.

Apakah ada cara penurunan berat badan yang cepat?


Ada sejumlah program penurunan berat badan yang cepat, Diet ini biasanya termasuk dalam kategori VLCD (Very Low Calorie Diet). Asupan rata-rata antara 400 dan 800 kalori per hari.

Penelitian menunjukkan diet ini memang memberikan penurunan berat badan yang cukup, antara 3 sampai 5,5 lbs per minggu.

Cara diet cepat

Hanya beberapa program Cara Diet Cepat yang telah menjalani uji klinis.

Salah satu program yang paling banyak diteliti adalah Medifast. Ini menggabungkan 4-5 makanan pengganti protein tinggi dan makanan nabati.

Lebih dari 4 penelitian yang mengkonfirmasikan penurunan berat badan melebihi diet regular pada Medifast Diet.

Ada juga diet rendah kalori lainnya (seperti Diet HCG , Cambridge Diet , atau OptiFast ) harus diawasi secara medis karena kemungkinan efek sampingnya.

Apa Resiko Cara Diet Cepat?

  • Jika tidak seimbang dan diawasi dengan baik, dapat terjadi kekurangan gizi yang dapat menyebabkan masalah kesehatan potensial.
  • Seiring dengan kalori yang sangat ketat badan jadi loyo dan mudah tersinggung.
  • Masalah lain seperti sembelit karena kekurangan serat bisa terjadi.
  • Menurunkan metabolisme yang bisa menyebabkan diet Yoyo .
  • Cara diet cepat juga bisa mennyebabkan hal yang tidak diinginkan yaitu hilangnya massa otot (katabolisme) dan juga lemak.
  • Potensi pembentukan batu empedu.

Siapa yang Perlu Melakukan Cara Diet Cepat?

Program penurunan berat badan yang menawarkan penurunan berat badan secara cepat umumnya hanya cocok untuk orang yang mengalami obesitas ( BMI 30 keatas). Seseorang yang hanya sedikit kelebihan berat badan hanya akan menimbulkan masalah dalam jangka panjang.

Bagaimana Dengan Janji-janji dari Diet lagi Trend?

Banyak klaim penurunan berat badan pada diet populer dilebih-lebihkan. Klaim dibuat untuk fase yang pendek dengan penurunan berat badan yang besar, tetapi ada persyaratan yang ketat.

Satu-satunya program penurunan berat badan yang yang sudah teruji bagi Anda saya sarankan Medifast Diet



.



Menu Sarapan untuk Diet

Standard
Masalah berat badan menjadi momok bagi perempuan. Tak sedikit yang berusaha melakukan apapun untuk menurunkan berat badan, termasuk salah satunya dengan program diet. 
Saat diet, beberapa orang memilih untuk melewatkan waktu sarapan dan hanya makan satu kali setiap harinya. Padahal sarapan penting untuk memenuhi kebutuhan energi setiap hari. Jika melewatkan sarapan, Anda akan merasa sangat kelaparan saat waktu makan siang. 
Bagi kamu yang sedang diet dan bingung memilih menu sarapan yang tidak akan menambah lemak di dalam tubuh, di bawah ini ada beberapa menu sarapan sehat yang bisa kamu jadikan pilihan saat sedang diet.
1. Buah-buahan.
Biasanya buah yang dijadikan sarapan adalah apel karena apel memang terkenal akan khasiatnya yang baik untuk mendukung diet. 
2. Teh hijau dan madu.
Secangkir teh hijau yang dicampur dengan madu bisa jadi menu sarapan praktis yang menyehatkan untuk kamu yang sedang diet. Tidak hanya itu saja beberapa kandungan green tea juga dapat mengurangi nafsu makan kamu dan juga menghilangkan lemak jahat di dalam tubuhmu.
3. Sayur-sayuran rebus. Jika kamu penyuka sayur dan sedang dalam masa diet, kamu bisa menjadikan brokoli dan wortel rebus sebagai salah satu menu sarapan sehat. 
4. Gandum.
Gandum sudah menjadi salah satu menu sarapan wajib bagi orang-orang yang sedang diet. Biasanya sih orang-orang akan menjadikan roti gandum sebagai menu sarapan saat diet.
5. Edamame dan satu cangkir teh. Edamame yang direbus atau kukus sangat baik untuk kesehatan tubuh kalian. Nah untuk menemani edamame rebus atau kukus ini, kalian bisa menambahkan satu cangkir teh hijau sebagai pelengkap sarapan..
6. Telur rebus. Banyak orang bilang telur rebus tidak baik untuk kesehatan kita. Hal ini mungkin karena kamu mengkonsumsi telur dengan cara pengolahan yang kurang tepat. Pasalnya, menurut penelitian yang dicatat di International Journal Of Obesity di tahun 2015 lalu, seseorang yang mengalami obesitas dapat menurunkan berat badannya sampai dengan 60 persen dengan mengkonsumsi telur rebus sebagai menu sarapannya. 
7. Salad sayur.
Alternatif lainnya selain sayur rebus adalah mengolah sayur menjadi salad. Salad ini akan mampu memberikan nutrisi yang dibutuhkan tubuh dan tidak menyebabkan lemak menumpuk di dalam tubuh. Tapi perhatikan saus dressing salad digunakan.
8. Salad buah.
Jika kamu tidak menyukai sayur, ganti sayur dengan salad buah sebagai salah satu pilihan menu sarapan. Sedangkan untuk sausnya dapat menggunakan mayones, atau yogurt.

Dari Tempe Sampai Susu Kedelai

Standard
Tempe-kedelai-mengandung-tinggi-protein
Sebelum tahun 1980-an, kedelai rebus dikenal sebagai kudapan pagi atau sore hari yang biasa dihidangkan di rumah-rumah. Seiring dengan perubahan waktu, kudapan yang memiliki kadar protein tinggi itu mulai hilang dari meja makan.

Sebagai bahan makanan, banyak orang tidak terlalu paham kualitas kacang kedelai. Dulu kalau ada orang makan kedelai rebus dianggap ndeso atau katro. Kedelai sering dicap sebagai makanan murahan.

Padahal, di antara jenis kacang-kacangan yang lain, kedelai merupakan sumber protein, lemak, vitamin, mineral, dan serat paling baik. Kedelai juga mampu membantu menjaga kesehatan ginjal, jantung, diabetes, rematik, anemia, hipertensi, diare, dan hepatitis.

Kedelai mengandung protein 40 persen, minyak (20 persen), karbohidrat (35 persen), dan abu atau mineral (4,9 persen). Protein kedelai banyak mengandung asam amino lisin, tetapi sedikit mengandung asam amino metionin dan sistin. Asam-asam amino tersebut adalah asam amino esensial yang diperlukan tubuh.

Meskipun kedelai kekurangan asam amino metionin dan sistin, menurut Sugiyono, mengonsumsi makanan berbahan baku kedelai sangat bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan protein. Kekurangan asam-asam esensial metionin dan sistin cukup dapat dipenuhi melalui nasi yang kita makan sehari-hari.

Cara Pengolahan
Cara mengolah kedelai cukup sederhana. Tahu dibuat dari kedelai yang direndam kemudian digiling dengan penambahan air. Setelah itu, gilingan kedelai dipanaskan lalu disaring untuk mengambil sarinya, yang biasa disebut sari kedelai atau susu kedelai.

Sari kedelai ini lalu digumpalkan dengan bahan penggumpal tahu, yaitu kalsium sulfat atau asam cuka sehingga proteinnya menggumpal. Gumpalan protein ini lalu dicetak menjadi tahu.

Kedelai juga bisa difermentasikan menjadi tempe, kecap, atau tauco. Untuk membuat tempe, kacang kedelai dikupas kulitnya lalu direbus sampai agak lunak. Kedelai kemudian ditiriskan sambil didinginkan. Setelah diberi ragi, kedelai dibungkus dengan daun atau plastik yang diberi lubang-lubang kecil. Proses ini membutuhkan waktu 2-3 hari agar seluruh kedelai bisa menjadi tempe.

Adapun pembuatan tauco dan kecap hampir sama. Setelah dikupas dan direndam, kedelai diberi ragi kecap atau ragi jamur dan dibiarkan selama 2-3 hari. Setelah kedelai ditumbuhi jamur kemudian dijemur lalu direndam dengan air garam selama satu bulan atau lebih. Agar menjadi kecap atau tauco, kedelai lalu diperas, diambil sarinya, dan ditambah dengan bumbu-bumbu sehingga menjadi kecap dan tauco.
Sugiyono menambahkan, kedelai kini tidak hanya diproses menjadi makanan tradisional, seperti tahu, tempe, oncom, tauco, atau kecap. Melalui proses berbeda-beda, kedelai bisa diolah menjadi salah satu bahan baku makanan bayi, susu kedelai, minyak, lesitin, bahkan daging tiruan. Daging tiruan ini banyak digunakan restoran yang menyediakan menu untuk vegetarian.

Macam Produk dari kedelai
Susu kedelai
Selain tempe dan tahu, produk yang tidak kalah populer sekarang ini adalah susu kedelai. Susu kedelai sering dianggap bisa membantu menjaga kesehatan tubuh. Sekarang susu kedelai mudah ditemukan di berbagai toko swalayan, dikemas dalam plastik, botol, hingga karton. Susu kedelai juga banyak dijual keliling di kompleks perumahan.

Komposisi susu kedelai hampir sama dengan susu sapi. Oleh karena itu, susu kedelai dapat digunakan sebagai pengganti susu sapi, terutama bagi mereka yang alergi terhadap laktosa pada susu sapi. Anak balita hanya membutuhkan dua gelas susu kedelai untuk memenuhi 30 persen kebutuhan protein sehari.

Meski begitu, susu kedelai tidak mengandung vitamin B12 dan kandungan mineralnya, terutama kalsium, lebih sedikit daripada susu sapi. Oleh karena itu, biasanya susu kedelai yang diproduksi pabrik selalu ditambah dengan mineral dan vitamin.

Kemajuan di bidang teknologi juga membuat kedelai menjadi bahan yang digunakan dalam dunia kedokteran. Lesitin dalam minyak kedelai, misalnya, dibuat menjadi infus untuk terapi penyakit jantung koroner.

Salah satu kendala mengapa produk olahan kedelai tidak banyak disukai orang adalah baunya yang langu. Sugiyono mengatakan, bau langu pada kedelai berasal dari reaksi hidrolisis asam lemak tidak jenuh oleh enzim lipoksigenase. Reaksi ini menghasilkan senyawa yang mudah menguap. ”Bau langu dapat dikurangi dengan cara pemanasan yang dapat mengaktifkan enzim. Bau langu juga bisa dikurangi dengan menambahkan sedikit kapur sirih” .

Tahu
Produk pangan dari susu kedelai yang dipadatkan ini memiliki rasa yang lebih tawar, lembut, dan mampu menyerap cita rasa dari bumbu lain. Tahu memiliki tekstur yang berbeda-beda, tergantung proses pembuatan dan kandungan airnya. Ada yang sangat lunak dan cukup keras.

Tempe
Tempe memiliki bau dan rasa khas kedelai yang lebih kuat dibandingkan tahu. Selain itu, tekstur kedelai akan masih terlihat dengan jelas pada tempe.

Tahu dan tempe berbeda karena proses pembuatannya. Tempe dibuat dengan cara fermentasi, bukan dipadatkan. Kacang kedelai yang sudah dimasak akan difermentasi dengan bantuan jamur Rhizopus oligosporus.Setelah difermentasikan, kedelai tersebut baru akan ditekan ke dalam cetakan tempe.

Mana yang lebih bergizi?
Tahu mengandung lebih banyak mineral yang berasal dari senyawa koagulan (yang bisa membuat sari kedelai jadi padat). Sementara itu, tempe memiliki lebih banyak kandungan vitamin yang berasal dari hasil fermentasi.

Secara kandungan gizi, tempe lebih padat nutrisi dibandingkan tahu. Tempe memiliki kalori yang lebih tinggi, dengan kandungan karbohidrat, protein, dan lemak yang lebih tinggi dibandingkan tahu. Tempe juga memiliki serat yang jauh lebih tinggi dibandingkan tahu.

Kacang kedelai, yaitu bahan baku tahu dan tempe memiliki senyawa antinutrien, salah satunya asam fitat. Antinutrien adalah senyawa yang dapat menghambat penyerapan zat gizi tertentu dalam tubuh. Nah, senyawa ini tidak dapat dihilangkan melalui proses koagulasi (pemadatan). Itulah mengapa tahu memiliki kandungan antinutrien yang lebih banyak dibandingkan tempe yang sudah difermentasi. Dengan kata lain, zat gizi yang terkandung dalam tempe akan lebih efektif diserap oleh tubuh dibandingkan tahu.

Selain itu, tempe dan tahu mengandung senyawa isoflavone. Isoflavone diperkirakan memiliki berbagai manfaat kesehatan, salah satunya untuk menangkal kanker. Tempe memiliki kandungan isoflavone yang lebih tinggi dibandingkan tahu.

Walaupun fermentasi dapat menurunkan kandungan isoflavone yang terkandung di dalam tempe, penyerapan isoflavone pada tempe umumnya masih lebih tinggi dibandingkan tahu. Senyawa isoflavone yang terkandung pada tahu sebesar 4-67 mg/100 gram. Sementara pada tempe sebesar 103 mg/100 gram. Diperkirakan sebesar 30 sampai 50 mg konsumsi senyawa isoflavone setiap hari cukup untuk memberikan manfaat kesehatan.

Cara konsumsinya
Tempe lebih padat akan zat gizi dibandingkan tahu. Proses fermentasi tempe akan menambah kandungan gizi serta menghilangkan senyawa yang menghambat penyerapan gizi. Akan tetapi, lebih rendahnya nilai kalori dan zat gizi pada tahu berarti tahu dapat dikonsumsi dalam jumlah yang lebih banyak dibandingkan tempe untuk mencapai nilai nutrisi yang sama.

Penting dicatat, nilai gizi yang terkandung dalam tahu dan tempe bisa berbeda-beda, tergantung jenis, proses pembuatan, dan cara memasaknya. Bila Anda memasak tempe yang kaya nutrisi dengan cara digoreng dan ditambahkan banyak garam, tetap saja makanan sehat ini akan jadi berisiko buat kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Karena itu, bukan berarti Anda hanya disarankan makan tempe saja. Bila Anda sedang mencoba menurunkan berat badan atau membatasi asupan kalori, tahu bisa jadi pilihan yang lebih baik dari tempe. Pastikan juga Anda mengolah tahu dan tempe dengan cara yang sehat.

Kecap
Proses pengolahan: Fermentasi, pemasakan dengan gula dan bumbu-bumbu. (menggunakan kedelai hitam). Fermentasi garam pada kedelai menghasilkan moromi (cairan hidrolisat proteín kedelai) dengan kandungan asam amino bebas tinggi (mudah diserap usus halus). Hasilnya, nilai gizi protein meningkat, namun kandungan isoflavon berkurang banyak.
 
Taoco
Proses pengolahan: Fermentasi. Fermentasi garam pada kedelai menghasilkan asam amino bebas, mudah diserap oleh usus halus.  Kadar lemak selama fermentasi menurun. Hasilnya, nilai gizi meningkat dan kandungan isoflavon meningkat.

Oncom (dari ampas tahu)
Proses pengolahan: Fermentasi
Fermentasi kedelai dengan kapang/jamur tempe menghasilkan asam amino bebas, mudah diserap usus halus.  Kadar lemak selama fermentasi turun. Hasilnya, nilai gizi meningkat dan kandungan isoflavon meningkat

Miso
Proses pengolahan: Fermentasi garam campuran beras, kecambah gandum dan/atau kedelai, untuk bumbu. Fermentasi garam pada campuran menghasilkan asam amino bebas, mudah diserap oleh usus halus.  Kadar lemak selama fermentasi turun. Hasilnya, nilai gizi protein meningkat, namun kandungan isoflavon berkurang banyak







Protein Terbaik untuk Program Turunkan Berat Badan

Standard
Bila Kamu ingin menurunkan berat badan, masukkan lebih banyak protein dalam menu harian.

Protein dicerna lebih lambat dan stabil, sehingga membuat Kamu merasa kenyang lebih lama dan mengurangi keinginan untuk makan berlebih.

Protein juga penting untuk menjaga dan membangun massa otot tanpa lemak, demi membantu tubuh membakar lebih banyak kalori.

Beberapa makanan yang mengandung protein tinggi akan memberikan manfaat lebih pada upaya penurunan berat badan.

Beberapa protein terbaik ini akan membuat diet Kamu lebih cepat berhasil:

Telur
Makan telur adalah cara terbaik untuk memulai hari. Dengan hanya 140 kalori, dua butir telur mengandung protein 14 gram.

Selain itu, Kamu juga mendapatkan manfaat dari kuning telurnya yang dapat menjaga kadar gula darah.

Riset menunjukkan, makan telur untuk sarapan mengurangi produksi hormon germelin kelaparan - dan membantu Kamu makan lebih sedikit untuk 36 jam berikutnya. Luar biasa kan?

Salmon
Salmon mengandung asam lemak omega-3, yang telah terbukti dapat meningkatkan pembakaran lemak dan membantu menjaga nafsu makan. Demikian menurut sebuah ulasan yang dipublikasikan di jurnal nutrisi.

Ikan laut memiliki kalori 32 persen lebih sedikit dan satu gram lebih banyak omega-3 per porsi, dibandingkan dengan ikan air tawar.

Keju rendah lemak
Keju rendah lemak memberikan lebih banyak protein, dengan kalori lebih sedikit, dibandingkan keju biasa.

Penelitian di Kanada menunjukkan, wanita gemuk yang mengonsumsi lebih banyak makanan susu kaya protein seperti keju rendah lemak, kehilangan lebih banyak lemak dan mendapatkan lebih banyak otot dibandingkan dengan mereka yang tidak mengonsumsinya.

Dada ayam tanpa kulit
Tidak banyak makanan lain yang akan memberi Anda 26 gram protein dengan hanya 128 kalori, dan dada ayam tanpa kulit salah satunya.

Selain rasa yang enak, dada ayam juga mudah dimasak. Namun, agar tidak bosan, cobalah berbagai variasi makanan dari dada ayam.

Kacang lentil
Secangkir kacang-kacangan yang dimasak tidak akan hanya memberi Kamu hampir 18 gram protein tapi juga 15 gram serat, yang membantu memperlambat pencernaan makanan dan menstabilkan gula darah.

Dalam sebuah penelitian di Kanada, subjek yang hanya makan satu porsi kacang lentil setiap hari kehilangan sekitar 0,2 kg hanya dalam enam minggu-tanpa melakukan perubahan lain pada makanan mereka.

Sekarang, bayangkan saja apa yang bisa dilakukan lentil sebagai bagian dari rencana makan dan olahraga yang sehat.

Tempe
Makanan yang terbuat dari kedelai yang difrementasi ini mengandung 16 gram protein per porsi tiga ons.

Tapi bukan itu saja. Seperti lentil, tempe adalah sumber serat yang fantastis, memberi Kamu tujuh gram serat per sajian.

Dan, itu akan membantu Kamu kenyang lebih lama, dibandingkan dengan protein murni saja.

Tuna
Seperti salmon, tuna adalah sumber hebat lainnya untuk membakar lemak omega-3, dan mengandung 16 gram protein per porsi tiga ons.

Kamu bisa mendapatkan ikan tuna dalam bentuk kalengan. Selain lebih murah, cara memasaknya pun lebih praktis.

Kamu bisa menyimpan tuna kalengan ini untuk persedian makanan sehat.


Kunci Menurunkan Berat Badan, Kualitas Makanan atau Kuantitas?

Standard
Siapa pun yang pernah diet tahu bahwa prinsip dasar untuk menurunkan berat badan adalah mengurangi jumlah kalori yang dikonsumsi."Pengelolaan berat badan adalah tentang menyeimbangkan jumlah kalori yang Anda konsumsi dengan jumlah yang digunakan tubuh Anda,"

Namun sebuah studi baru, yang diterbitkan di JAMA , dapat mengubah prinsip tersebut. Ditemukan bahwa orang-orang yang mengurangi penambahan gula, biji-bijian olahan dan makanan olahan sambil berkonsentrasi mengkonsumsi banyak sayuran dan makanan utuh tanpa harus khawatir menghitung jumlah kalori atau membatasi ukuran porsi mengalami penurunan berat badan dalam jumlah besar setelah satu tahun menjalaninya.

Program ini berhasil baik untuk mereka yang mengikuti diet yang rendah lemak maupun rendah karbohidrat. Dan keberhasilan mereka tampaknya tidak terpengaruh oleh genetika atau respons insulin mereka terhadap karbohidrat. Sebuah temuan yang menimbulkan keraguan pada gagasan yang semakin populer bahwa diet yang berbeda harus direkomendasikan kepada orang-orang berdasarkan susunan DNA mereka atau pada toleransi mereka terhadap karbohidrat atau lemak.

Penelitian ini memberi dukungan kuat bahwa kualitas makanan, bukan kuantitas yang membantu orang menurunkan dan mengelola berat badan mereka dengan sangat mudah dalam jangka panjang. Ini juga menunjukkan bahwa otoritas kesehatan harus memberitahu masyarakat untuk tidak terobsesi dengan kalori dan sebaliknya mendorong orang untuk mengurangi/ menghindari makanan olahan yang dibuat dengan pati halus dan tambahan gula, seperti bagel, roti putih, makanan ringan dan minuman manis, kata Dr. Dariush Mozaffarian, seorang ahli jantung dan dekan Ilmu Pengetahuan dan Gizi Friedman di Tufts University.

"Ini adalah suatu jalan untuk mengurangi epidemi obesitas di Amerika Serikat," kata Dr. Mozaffarian, "Sudah waktunya untuk berhenti hanya memusatkan perhatian pada kalori dan penghitungan kalori."

Penelitian baru yang diterbitkan di JAMA dipimpin oleh Christopher D. Gardner, direktur studi nutrisi di Stanford Prevention Research Center.

Gardner dan rekan-rekannya merancang penelitian ini untuk membandingkan bagaimana orang dengan kelebihan berat badan dan obesitas akan mengkonsumsi makanan rendah karbohidrat dan rendah lemak:
  • Mereka  merekrut lebih dari 600 orang dewasa dari Bay Area dan membaginya menjadi dua kelompok diet, "sehat" rendah karbohidrat dan diet "sehat" rendah lemak.
  • Dibimbing oleh ahli diet dan dilatih untuk makan makanan padat nutrisi, minimal proses dan bisa dimasak di rumah bila memungkinkan.
  • Kelompok diet rendah karbo dianjurkan menghindari minuman ringan, jus buah, muffin, nasi putih dan roti putih walaupun secara teknis rendah karbo, namun dianjurkan untuk konsumsi makanan seperti beras merah, jelai, gandum, kacang lentil, daging tanpa lemak, produk susu rendah lemak, buah segar dan kacang polong.
  •  Kelompok rendah lemak dilatih untuk memilih makanan bergizi seperti minyak zaitun, salmon, alpukat, keju keras, sayuran, mentega kacang, kacang-kacangan dan biji-bijian.
  • Para peserta didorong untuk memenuhi pedoman untuk aktivitas fisik namun pada umumnya tidak meningkatkan tingkat latihan mereka, kata Dr. Gardner.
  • Dibawah bimbingan ahli diet, mendiskusikan strategi diet dan perubahan perilaku untuk mendukung perubahan pola makan mereka.
Studi ini berbeda dengan diet penurunan berat badan konvensional karena tidak menetapkan batas karbohidrat, lemak atau kalori yang sangat ketat dan menekankan bahwa mereka berfokus pada makan makanan utuh sebanyak yang mereka butuhkan untuk menghindari rasa lapar.

"Kami benar-benar menekankan kepada kedua kelompok berkali-kali bahwa kami ingin mereka makan makanan berkualitas tinggi," kata Dr. Gardner. "Kami mengatakan kepada mereka bahwa kami ingin mereka meminimalkan tambahan gula dan biji-bijian olahan dan makan lebih banyak sayuran dan makanan utuh. Kami berkata, 'Jangan pergi keluar dan membeli brownie rendah lemak hanya karena mengandung lemak rendah.

Gardner mengatakan bahwa banyak orang dalam penelitian ini terkejut - dan merasa lega - bahwa mereka tidak perlu membatasi atau bahkan memikirkan kalori.

Penghitungan kalori telah lama tertanam dalam program penurunan berat badan yang berlaku. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, misalnya, mengatakan kepada orang-orang yang mencoba menurunkan berat badan untuk " menuliskan makanan yang Anda makan dan minuman yang Anda minum, ditambah kalori yang mereka miliki, setiap hari," sambil berusaha membatasi Jumlah kalori yang mereka makan dan meningkatkan jumlah kalori yang mereka bakar melalui aktivitas fisik.

Namun studi baru menemukan bahwa setelah satu tahun fokus pada kualitas makanan, bukan hanya jumlah kalori, kedua kelompok mengalami penurunan berat badan yang besar. Rata-rata, anggota kelompok rendah karbohidrat kehilangan lebih dari 13 kilogram, sementara kelompok rendah lemak kehilangan sekitar 11,7 kilogram. Kedua kelompok juga melihat perbaikan pada indikator kesehatan lainnya, seperti pengurangan ukuran pinggang, lemak tubuh, dan kadar gula darah dan tekanan darah.

Para peneliti mengambil sampel DNA dari masing-masing subjek dan menganalisis sekelompok varian genetik yang mempengaruhi metabolisme lemak dan karbohidrat. Akhirnya, genotipe subyek tampaknya tidak mempengaruhi tanggapan mereka terhadap makanan.

Dr. Walter Willett, ketua departemen nutrisi di Harvard TH Chan School of Public Health, mengatakan pesan terpenting dari penelitian ini adalah bahwa "diet berkualitas tinggi" menghasilkan penurunan berat badan yang substansial dan bahwa persentase kalori dari lemak atau karbohidrat tidak penting.

"Intinya, kualitas diet penting untuk pengendalian berat badan dan kesejahteraan jangka panjang," katanya.
Perlu benar-benar memusatkan perhatian pada makanan dasar , yaitu lebih banyak sayuran, lebih banyak makanan utuh, sedikit tambahan gula dan sedikit biji-bijian olahan."


Kesalahan Umum Yang Sering Dilakukan Orang Waktu Diet

Standard
Cara-diet-cepat-Bariatricsurgery-untuk-menurunkan-berat-badan

Kesalahan Umum Waktu Diet

Orang yang tidak paham tentang cara diet sehat dan alami menurunkan berat badan biasanya melakukan beberapa kesalahan di bawah ini:
  1. Sengaja melewatkan makanan utama, padahal cara ini akan cenderung membuat kamu mengemil makanan-makanan ringan di sela waktu makan utama.
  2. Menyepelekan kandunan makanan ringan, padahal ada beberapa cemilan yang jumlah kalorinya tidak disangka banyak. Jadi jangan lupa memeriksa label nutrisi sebelum ngemil.
  3. Mengonsumsi minuman yang mengandung kalori banyak, niatnya memang menghindari makanan berkalori tinggi dan beralih ke minuman manis seperti kopi dengan krim ataupun minuman soda. Padahal minuman-minuman semacam itu jumlah kalorinya tidak kalah dibandingkan dengan makanan yang berusaha kamu hindari.
  4. Kurang mengonsumsi air putih karena mengira hal itu justru akan membuat gemuk, padahal air mineral penting untuk meningkatkan metabolisme.
  5. Menetapkan target berat badan turun yang tidak realistis, contohnya niat mengurangi berat badan 5 kilogram seminggu. Hal ini malah akan memicumu untuk melakukan segala cara agar berat badan turun termasuk cara diet tak sehat. Akhirnya kamu bisa stress dan makan lebih banyak.

Jangan Lakukan Diet Cepat! Pilih Yang Sehat…


Body-fat-wanita-perlu-menurunkan-beratbadan

Memang kita ingin cepat berat badan turun dan menjadi langsing, tapi perubahan pola makan drastis apalagi sampai tidak makan beresiko terkena gangguan kesehatan. Selain itu, usaha keras yang tidak sehat juga tidak memungkinkan perubahan gaya hidup sehat demi menjaga kestabilan berat badan ideal dalam jangka waktu yang panjang.

Lalu berapa jumlah pengurangan berat badan yang direkomendasikan? Antara setengah sampai dengan satu kilogram seminggu saja, perhitungannya yaitu setengah kilogram lemak = 3.500 kalori sehingga jika kamu ingin menurunkan setengah kilogram berat badan, berarti dalam sehari minimal harus ada 500 kalori yang dibakar.

Penurunan berat badan drastis secara cepat yang tidak menyehatkan menyebabkan beberapa risiko gangguan kesehatan, lagipula penurunan berat badan seperti itu tidak akan bertahan lama dan nantinya juga akan cepat naik kembali. Berikut ini beberapa resiko yang bisa kamu hadapi:

  • Kurang nutrisi 
  • Tubuh mudah lelah dan terasa lemas. 
  • Jaringan otot rusak karena diet ekstrim yang cepat tidak membakar lemak, melainkan otot tubuh. 
  • Berat badan cepat naik lagi. 
  • Gangguan tubuh seperti menstruasi tak teratur, rambut rontok, konstipasi, dsb. 
  • Bisa terkena penyakit serius semacam dehidrasi, batu empedu, elektrolit dalam tubuh yang tidak seimbang, dsb.

12 tip untuk membantu menurunkan berat badan

Standard

1. Jangan melewatkan sarapan pagi

Cara diet cepat, tips diet
Sarapan Pagi

Melewatkan sarapan tidak akan membantu menurunkan berat badan. Anda bisa kehilangan nutrisi yang diperlukan dan Anda akan ngemil lebih banyak sepanjang hari karena Anda merasa lapar. Porsi sarapan pagi sekitar 350-400 kalori lebih bagus dan minimal mengandung 25 gram protein.

2. Makan tepat waktu

Cara diet cepat, tips diet
Makan tepat waktu

Makan teratur membantu membakar kalori lebih cepat. Hal ini juga mengurangi godaan untuk mengonsumsi camilan yang tinggi lemak dan gula. Hati-hati saat setelah makan malam, saat Anda duduk rileks didepan TV hindari camilan yang berkalori tinggi yang bisa membuat program diet Anda berantakan

3. Makan banyak buah dan sayuran

Cara diet cepat, tips diet
Buah dan sayuran rendah kalori

Buah dan sayuran  rendah kalori dan tinggi serat- tihal penting untuk menurunkan berat badan. Mereka juga mengandung banyak vitamin dan mineral.

4. Lebih aktif

Cara diet cepat, tips diet
Lebih aktif

Menjadi lebih aktif adalah kunci untuk menurunkan berat badan dan mempertahankannya. Serta memberikan banyak manfaat kesehatan , olah raga dapat membantu membakar kelebihan kalori yang tidak bisa Anda kurangi melalui diet . Temukan aktivitas yang Anda sukai dan dapat menyesuaikan diri dengan rutinitas Anda .

5. Minum banyak air

Anda bisa mengurangi rasa lapar dengan minum segelas air saat Anda haus . 

6. Makan makanan tinggi serat

Cara diet cepat, tips diet
Makanan Sehat

Makanan yang mengandung banyak serat dapat membantu Anda merasa kenyang lebih lama, yang sangat cocok untuk membantu Diet Anda. Serat hanya ditemukan pada makanan dari tanaman, seperti buah dan sayuran , gandum, roti gandum, beras merah dan pasta , dan kacang - kacangan, kacang polong dan kacang lentil .

7. Baca label makanan

Membaca label makanan dapat membantu Anda memilih pilihan yang lebih sehat. Gunakan informasi kandungan kalori untuk mengetahui sesuai / tidak dengan kebutuhan kalori harian Anda untuk  penurunan berat badan. 

8. Gunakan piring yang lebih kecil

Menggunakan piring yang lebih kecil dapat membantu Anda makan porsi lebih sedikit. Dengan piring dan mangkuk yang lebih kecil, Anda bisa secara bertahap terbiasa makan porsi lebih kecil tanpa rasa lapar. Dibutuhkan sekitar 20 menit alarm rasa kenyang untuk memberi tahu otak , jadi makan perlahan dan berhenti makan sebelum merasa kenyang.Anda juga bisa membagi porsi makanan harian Anda menjadi 4-5 porsi kecil dan sarapan pagi lebih banyak dan mengurangi makan malam.Dan konsumsilah protein setiap kali makan

9. Jangan hindari makanan tertentu

Jangan hindari makanan tertentu dari rencana penurunan berat badan Anda, terutama yang Anda sukai. Menghindari makanan hanya akan membuat Anda lebih menginginkannya. Anda tetap bisa makan makanan kesukaan Anda asal dibatasi agar sesuai dengan kebutuhan kalori harian Anda . Misalnya beli satu roti kesukaan Anda dan bukannya 1 dos, intinya adalah tetap membatasi.

10. Jangan stok junk food

Cara diet cepat, tips diet
Junk food

Untuk menghindari godaan, usahakan jangan stok junk food - seperti coklat, biskuit, keripik dan minuman bersoda di rumah. Sebagai gantinya, pilihlah cemilan sehat, seperti buah, kue beras tawar, kue oat, popcorn tanpa gula dan tanpa pemanis, dan jus buah.

11. Kurangi alkohol

Cara diet cepat, tips diet
Say No to alcohol

Segelas anggur standar bisa mengandung kalori sebanyak sepotong cokelat. Seiring waktu, minum terlalu banyak dapat dengan mudah berkontribusi pada penambahan berat badan. 

12. Rencanakan makanan Anda

Cobalah untuk merencanakan sarapan, makan siang, makan malam dan makanan ringan untuk minggu ini, pastikan Anda mematuhi kebutuhan kalori Anda. Anda bisa membuat daftar belanja mingguan.

Nutrisi

Standard


Sepanjang kehidupan kita tentu tidak bisa meninggalkan kegiatan makan dan minum. Tujuan utama Kita mengkonsumsi makanan atau minuman untuk mendapatkan zat gizi yang terkandung di dalamnya.

Pengertian Nutrisi

Nutrisi adalah substansi organik yang dibutuhkan organisme untuk fungsi normal dari sistem tubuh, pertumbuhan, pemeliharaan kesehatan. Dahulu kebutuhan zat gizi memakai standart RDA (Recommended Daily Allowance), tetapi dengan perkembangan iptek RDA belum mencukupi untuk menjaga fungsi optimal tubuh dan mencegah penyakit kronis. Penyebab dasar dari banyak penyakit kronis adalah stres oksidatif yang disebabkan oleh berlebihnya radikal bebas di dalam tubuh. Maka digunakan standart baru yang dikenal dengan Optimal Daily Allowance (ODA) yang terbukti dapat mencegah dan menangani stres oksidatif sehingga membantu pencegahan penyakit kronis.

Menurut sumber terbentuknya, nutrisi terbagi menjadi dua kategori, yaitu nutrisi esensial dan non esensial. Mau tahu perbedaannya?

Nutrisi Esensial

Nutrisi esensial merupakan nutrisi yang tidak dapat diproduksi oleh tubuh, sehingga harus dipenuhi oleh sumber makanan seperti karbohidrat, protein, lemak, berbagai vitamin dan mineral. Nutrisi esensial antara lain tryptophan, lysine, methionine, dan cystine dibutuhkan untuk pembentukan sel terutama pembentukan sel antibodi.

Protein adalah salah satu sumber makanan sehat yang memenuhi nutrisi esensial. Zat gizi ini menguasai sebagian besar komponen tubuh seperti sel tubuh, cairan tubuh, serta seluruh enzim dan hormon. Protein memang mempunyai peran penting sebagai zat pembangun yang menyokong pertumbuhan dan pembentukan protein serum dalam darah. Bukan hanya itu, protein juga bisa meningkatkan produksi hemoglobin, enzim, antibodi serta menggantikan sel-sel tubuh yang rusak.

Nutrisi Non Esensial

Sebaliknya nutrisi non-esensial didefinisikan sebagai nutrisi yang diproduksi sendiri oleh tubuh. Nutrisi non-esensial antara lain tyrosine, valine, agrinine, dan serine yang dapat terpenuhi bilamana nutrisi esensial sudah terasup oleh tubuh. Maka dari itu, supaya nutrisi non-esensial dapat terpenuhi dengan baik, lengkapi dulu nutrisi esensial dalam tubuh yang bersumber dari makanan sehat.

Contohnya susu sapi yang merupakan sumber protein terbaik, karena mengandung delapan jenis asam amino lengkap secara alami. Seluruh zat gizi dalam susu mudah diserap dan dapat langsung digunakan oleh tubuh.
Tunggu apalagi, yuk langsung sajikan susu sapi untuk menyeimbangkan kebutuhan nutrisi esensial dan non-esensial.

Nutrisi makro dan Mikro

Zat gizi makro adalah zat gizi yang diperlukan oleh tubuh dalam jumlah yang lebih besar. Sebaliknya, nutrisi mikro adalah zat gizi yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit di dalam tubuh. Tidak hanya dari jumlah kebutuhan saja, masih ada beberapa perbedaan yang membuat zat gizi makro dan mikro berbeda namun sama-sama dibutuhkan oleh tubuh, yaitu seperti fungsi, sumber makanan yang berbeda, serta cara kerja di dalam tubuh.

Membuat Pola Makan yang Sehat

Standard
cara diet, cara diet cepat, tips diet, menurunkan berat badan,diet sehat, cara diet sehat
Pola Makan Sehat

Kita semua tentu punya pola makan yang berbeda-beda, ada yang baik ("Saya selalu makan sarapan"), dan ada pula yang tidak begitu baik ("Saya selalu nambah bila makan"). Meskipun banyak kebiasaan makan kita terbentuk pada masa kanak-kanak, bukan berarti kita tidak bisa mengubahnya.
Membuat perubahan radikal dan mendadak pola makan bisa menyebabkan penurunan berat badan jangka pendek. Namun, perubahan radikal semacam itu tidak sehat dan bukan cara yang baik, dan tidak akan berhasil untuk jangka panjang. Memperbaiki pola makan Anda secara permanen memerlukan pendekatan yang bijaksana ,untuk mudahnya kita pakai aja istilah 3R:
·         REFLECT (amati) pola makan , yang baik ataupun yang kurang baik dan pemicunya
·         REPLACE (ganti) pola makan Anda yang tidak sehat dengan yang sehat.
·         REINFORCE pola makan baru yang sehat Anda.
Penerapan 3 R
  1. Buat daftar pola makan Anda. Membuat buku harian makanan selama beberapa hari, di mana Anda menuliskan semua yang Anda makan dan waktu Anda memakannya, akan membantu Anda menemukan kebiasaan Anda. Misalnya, Anda mungkin menemukan bahwa Anda selalu mencari camilan manis pada sore hari. Sebaiknya perhatikan bagaimana perasaan Anda saat Anda memutuskan untuk makan, terutama jika Anda sedang makan saat tidak lapar. Apakah Anda lelah? Stres?
  2. Amati kebiasaan di daftar Anda yang mungkin membuat Anda terlalu banyak makan. Kebiasaan umum yang bisa menyebabkan kenaikan berat badan adalah:
    • Makan terlalu cepat
    • Makan sampai tandas
    • Makan saat tidak lapar
    • Makan sambil berdiri (bisa menyebabkan makan tanpa berpikir atau terlalu cepat)
    • Selalu makan makanan penutup
    • Melewatkan makan (atau mungkin hanya sarapan pagi)
  3. Lihatlah pola makan yang tidak sehat yang telah Anda amati. Pastikan Anda telah mengidentifikasi semua pemicu yang menyebabkan Anda terlibat dalam kebiasaan tersebut. Prioritaskan beberapa hal yang ingin Anda rubah lebih dulu.  Mungkin Anda hampir selalu makan buah untuk hidangan penutup, atau Anda minum susu rendah lemak atau bebas lemak. Ini adalah kebiasaan yang baik! Mengetahui kesuksesan diet Anda akan membantu mendorong Anda untuk membuat lebih banyak perubahan.
  4. Buat daftar "isyarat" dengan meninjau buku harian makanan Anda untuk lebih mengetahui kapan dan di mana Anda "dipicu" untuk makan dengan alasan selain kelaparan. Perhatikan bagaimana perasaan Anda saat itu. Seringkali "isyarat" lingkungan, atau keadaan emosional tertentu, inilah yang mendorong makan karena alasan yang tidak mengandung kelaparan.
  5. Pemicu umum untuk makan saat tidak lapar adalah:
    • Membuka lemari dan melihat makanan ringan favorit Anda.
    • Duduk di rumah menonton televisi.
    • Sebelum atau sesudah pertemuan atau situasi yang menimbulkan stress di tempat kerja.
    • Pulang kerja
    • Seseorang menawari Anda hidangan yang mereka buat "hanya untuk Anda!"
    • Melihat sepiring donat pada pertemuan staf pagi hari.
    • Merasa bosan atau lelah dan berpikir makanan mungkin menawarkan jalan keluar untuk mengatasi kebosanan.

Cari Pilihan yang Lebih Sehat

Tanyakan pada diri Anda pertanyaan-pertanyaan ini:
      • Apakah ada yang bisa saya lakukan untuk menghindari pola makan yang tidak sehat? Paling tepat untuk hal-hal yang tidak melibatkan orang lain. Misalnya, bisakah Anda memilih rute yang berbeda untuk bekerja agar tidak berhenti di restoran makanan cepat saji di jalan? Apakah ada tempat lain di ruang istirahat tempat Anda bisa duduk sehingga Anda tidak berada di sebelah mesin penjual otomatis?
      • Untuk hal-hal yang tidak dapat saya hindari, dapatkah saya melakukan sesuatu yang berbeda yang akan lebih sehat? Tentu, Anda tidak bisa menghindari semua situasi yang memicu pola makan Anda yang tidak sehat. Dalam situasi ini evaluasi pilihan Anda, pilih kemungkinan yang terbaik yang bisa anda lakukan. Bisakah Anda menyarankan atau membawa camilan atau minuman yang lebih sehat?  Bisakah Anda duduk lebih jauh dari makanan sehingga tidak mudah mengambilnya? 

Ganti kebiasaan tidak sehat dengan yang sehat . 

Misalnya, dalam merefleksikan kebiasaan makan Anda, Anda mungkin menyadari bahwa Anda makan terlalu cepat saat Anda makan sendiri. 
Cari gagasan baru untuk mengganti pola makan yang tidak sehat:
      • Makan lebih lambat. 
      • Makanlah hanya saat Anda benar-benar lapar, bukan saat Anda lelah, cemas, atau merasakan emosi selain kelaparan. Cobalah untuk menemukan aktivitas lain untuk dilakukan, seperti menelepon teman / hal-hal lain yang bisa membantu Anda merasa lebih baik.
      • Rencanakan makanan sehat dengan gizi yang seimbang.

Memperkuat kebiasaan baru Anda dengan pola makan yang sehat

Kebiasaan membutuhkan waktu untuk berkembang. Itu tidak terjadi dalam semalam. Bila Anda menemukan diri Anda melakukan pola makan yang tidak sehat, berhentilah secepat mungkin dan tanyakan pada diri Anda: Mengapa saya melakukan ini? Kapan saya mulai melakukan ini? Perubahan apa yang harus saya lakukan? Berhati-hatilah untuk tidak mencaci-maki diri sendiri atau berpikir bahwa satu kesalahan "membuang" kebiasaan sehat sepanjang hari. Anda bisa melakukannya! 



Menurunkan Berat Badan

Standard
Untuk menurunkan berat badan membutuhkan lebih dari sekedar keinginan, dibutuhkan komitmen dan rencana yang matang. Karena satu pon sama dengan 3.500 kalori, jadi Anda perlu mengurangi asupan kalori 500-1000 kalori per hari untuk kehilangan sekitar 1 sampai 2 kilogram per minggu.
Berikut adalah panduan langkah-demi-langkah untuk memulai:
Langkah 1: Buat sebuah Komitmen.
Mulailah dengan membuat komitmen pada diri sendiri, mengubah gaya hidup Anda. Banyak orang merasa terbantu untuk  menandatangani kontrak tertulis. Kontrak bisa mencakup hal-hal seperti berat badan yang ingin Anda kurangi, target tanggal, perubahan diet yang akan Anda buat untuk mengubah  kebiasaan makan yang sehat, dan rencana untuk melakukan aktivitas fisik secara teratur.
Menuliskan alasan mengapa Anda ingin menurunkan berat badan juga bisa membantu. misalnya karena Anda memiliki riwayat penyakit jantung dalam keluarga.
Langkah 2: Tuliskan  "buku harian makanan"
  • Selama beberapa hari, tuliskan semua yang Anda makan. Dengan melakukan ini, Anda menjadi lebih sadar dengan pola  makan dan kesadaran ini bisa membantu Anda mengurangi makan tanpa berpikir.
  • Selanjutnya, periksa gaya hidup Anda saat ini. Identifikasi hal-hal yang mungkin menghambat  bagi usaha penurunan berat badan Anda.Misalnya, apakah pekerjaan atau jadwal perjalanan Anda menyulitkan untuk mendapatkan cukup aktivitas fisik? Cari solusi yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi tantangan ini.
  • Mengukur tinggi badan (meter)  dan berat badan Anda (berapa kg) dan hitung Index Massa Tubuh Anda dengan rumus:

Langkah 3: Tetapkan tujuan yang Realistis 
Tetapkan beberapa tujuan jangka pendek. Misalnya jika tujuan jangka panjang Anda adalah menurunkan berat badan 40 kilogram dan untuk mengendalikan tekanan darah tinggi Anda. Tujuan jangka pendeknya dengan merubah pola makan dengan mulai dengan sarapan pagi dan melakukan aktivitas fisik dengan berjalan 15 menit di malam hari.

Fokus pada dua atau tiga gol dalam satu waktu. Tujuan yang bagus dan efektif adalah : Spesifik & Realistis
Contoh "Latihan Lebih" bukanlah tujuan yang spesifik. Tapi jika Anda mengatakan, "Saya akan berjalan 15 menit, 3 hari seminggu untuk minggu pertama," Anda menetapkan tujuan spesifik dan realistis untuk minggu pertama.

Ingat, perubahan kecil setiap hari bisa berujung pada hasil yang besar dalam jangka panjang, dan tujuan yang realistis adalah tujuan yang dapat dicapai . Menetapkan tujuan yang tidak realistis, seperti kehilangan 20 pound dalam 2 minggu, bisa membuat Anda gagal dan frustrasi. juan yang realistis

Menjadi realistis berarti juga menyadari dalam proses diet Anda bisa terjadi kemunduran. Saat kemunduran terjadi, kembali ke jalur secepat mungkin. Juga luangkan waktu untuk memikirkan apa yang akan Anda lakukan secara berbeda jika situasi serupa terjadi, untuk mencegah kemunduran.

Ingatlah setiap orang berbeda - apa yang bekerja untuk orang lain mungkin tidak tepat untuk Anda. Hanya karena tetangga Anda kehilangan berat badan dengan berjalan, tidak berarti berjalan adalah pilihan terbaik untuk Anda. Cobalah berbagai aktivitas – mana yang paling Anda sukai , karena dengan memilih aktifitas yang kita sukai akan lebih mudah bertahan dalam jangka panjang.

Langkah 4: Identifikasi sumber daya untuk informasi dan dukungan.
Temukan anggota keluarga atau teman yang akan mendukung upaya penurunan berat badan Anda. Membuat perubahan gaya hidup bisa terasa lebih mudah bila ada orang lain yang dapat Anda ajak bicara dan andalkan untuk mendapatkan dukungan. Anda mungkin memiliki rekan kerja atau tetangga dengan tujuan yang sama, dan bersama-sama Anda bisa berbagi resep makanan dan rencana kelompok yang sehat.

Langkah 5: Evaluasi kemajuan Diet Anda.
Evaluasi tujuan yang Anda tetapkan untuk diri Anda sendiri (di Langkah 3) dan evaluasi kemajuan Anda secara teratur. Jika Anda menetapkan tujuan untuk berjalan setiap pagi tapi mengalami masalah dalam hal sebelum bekerja, lihat apakah Anda bisa mengganti jam kerja. Evaluasi bagian mana dari rencana Anda yang bekerja dengan baik dan mana yang perlu dirubah. Kemudian tulis ulang tujuan dan rencana Anda.

Bisa juga Anda tambahkan tujuan baru untuk membantu Anda dalam diet.