Tidak ada wanita yang
ingin terlihat lebih tua dari usianya. Akibatnya, penggunaan anti-aging pun
dibutuhkan untuk mengatasi masalah penuaan kulit. Tapi jangan sembarangan
mengaplikasikan produk anti-aging sebelum mengetahui hal-hal berikut.
Apa sih anti-aging itu?
Anti-aging merupakan
proses mencegah penuaan pada wajah. Ilmu kedokteran sudah lama melakukan
penelitian terhadap cara pencegahan dan perawatan kulit agar tidak cepat menua.
Kulit akan menua karena faktor usia dan faktor lingkungan yang mendominasi
munculnya penuaan wajah. Salah satu cara pencegahannya, ya, dengan menggunakan
krim anti-aging.
Efek penuaan pada wajah
dapat diperlambat bahkan disamarkan. Namun, banyak produk yang dijual di pasar
tidak semua mengandung bahan-bahan anti-aging terbaik. Nah, sekarang mari kita
ketahui kandungan terbaik apa saja yang ada pada bahan krim anti-aging.
Bahan yang ada di krim anti-aging
1.
AHA dan BHA
Kandungan AHA (alpha
hydroxy acid) dalam bahan krim anti-aging, adalah kandungan yang baik untuk
jenis kulit normal cenderung kering, sekaligus mengatasi kering akibat sinar
matahari. AHA juga membantu kelembaban dan meningkatkan produksi kolagen yang
sehat, serta memperhalus tekstur kulit yang tidak merata. Sedangkan kandungan
BHA (beta hydroxy acid), baik untuk kulit normal cenderung berminyak.
2.
Retinol
Retinol adalah kandungan
zat yang terbuat dari vitamin A. Secara sederhana, fungsi retinol ini
menyingkirkan sel-sel kulit mati pada wajah dengan cara pengelupasan kulit.
Retinol juga telah terbukti meningkatkan produksi kolagen pada wajah yang bisa
mengencangkan kulit wajah.
Setelah menggunakan
retinol, Anda sebaiknya tidak erpapar sinar matahari langsung tanpa sunblock,
karena matahari akan menimbulkan iritasi pada wajah. Jika setelah pemakaian
krim anti-aging Anda terkena sinar matahari, retinol tidak akan bekerja secara
baik. Maka biasanya krim anti-aging dengan kandungan retinol dianjurkan untuk
digunakan pada malam hari atau sebagai krim malam.
3.
Niacinamida
Niacinamida atau niasin
merupakan sel vitamin B3 yang banyak ditemukan dalam daging, ikan susu, telur,
sayuran hijau, pada sumber makan. Komponen ini vitamin B3 telah terbukti
meningkatkan ceramide dan kadar bebas asam lemak di kulit. Fungsi utamanya
mencegah kulit dehidrasi akibat paparan matahari dan merangsang sirkulasi udara
dalam jaringan sel kulit. Niacinamida juga ampuh mengurangi dan mencegah
jerawat pada kulit.
4.
Vitamin E
Vitamin E ini telah terbukti meningkatkan produksi
kolagen (khususnya pada kulit wajah) serta dapat mengurangi kerut pada wajah.
Kegunaan lainnya, vitamin E akan mengurangi munculnya perubahan warna kulit
yang menjadi gelap dan tidak merata. Vitamin E yang sering terdapat pada
pelembab juga ampuh melembabkan kulit dari efek kering terkena sinar matahari.
5.
Vitamin C
Vitamin C adalah zat yang
kaya akan manfaat. Tidak hanya bagi kesehatan, pada wajah juga tentunya.
Meskipun vitamin C sangat baik untuk kekebalan tubuh, vitamin C juga punya
segudang manfaat lainnya pada wajah. Antara lain, memproduksi kolagen,
mencerahkan kulit wajah Anda sehingga terlihat lebih bersinar. Vitamin C bagus
untuk menyembuhkan jerawat, karena pada dasarnya sifat vitamin C adalah menyembuhkan
luka.
6.
Avobenzone
Bila Anda melihat
komposisi bahan kirm anti-aging pada label belakang produk, umumnya mengandung
bahan avobenzone. Avobenzon merupakan salah satu kandungan yang biasa terdapat
pada sunblock. Avobenzone adalah bahan krim wajah yang mampu menghalangi sinar
UVA. Untuk hasil yang maksimal, avobenzone biasanya dikombinasikan dengan zat
benzofenon-3 atau oxybenzone untuk perlindungan terhadap sinar UVB.
7.
Antioksidan
Krim anti-aging yang bagus
harusnya mengandung zat antioksida dengan tujuan mencegah keriput, memperbaiki
kerusakan jaringan kulit, serta menangkat radikal bebas dari polusi udara
sehari-hari. Kandungan antioksidan yang banyak ditemui antara lain terdapat
pada teh hijau dan esktrak biji anggur.
Usia yang Sesuai
Kesalahan yang sering
dilakukan wanita adalah beranggapan memakai serum anti-aging harus dimulai dari
usia sedini mungkin. Padahal waktu yang tepat untuk menggunakan serum
anti-aging adalah saat mencapai usia 30 tahun ke atas. Karena di usia ini,
kerutan di wajah baru mulai terlihat sehingga usia ini dianggap lebih tepat
menerima perawatan serum anti-aging.
Sedangkan penggunaan serum
anti-aging di usia 20-an yang rata-rata masih belum terlihat kerutan justru
akan menimbulkan masalah bagi kulit. Namun bukan berarti tidak boleh melakukan
perawatan di usia muda. Penggunaan sunscreen lebih dianjurkan untuk usia muda
karena sinar matahari merupakan pemicu masalah penuaan dini dan munculnya flek
hitam di wajah.
Pilih Krim atau Serum Anti-Aging?
Ada dua jenis perawatan
anti-aging yang sering kita temui, yaitu berupa krim dan serum. Apa bedanya?
Selain berbeda tekstur, kedua jenis perawatan ini memiliki cara kerja yang
berbeda. Molekul pada serum lebih kecil daripada krim sehingga serum lebih
mudah diserap oleh kulit dan mampu melewati epidermis kulit. Sedangkan krim
yang molekulnya lebih besar hanya melindungi lapisan permukaan kulit saja.
Serum umumnya berupa minyak atau water-gel dan tidak memakai zat pengental
seperti krim. Inilah kenapa serum lebih dianjurkan daripada krim karena formula
pada serum lebih terkonsentrasi dengan bahan zat aktif.
Memilih Serum Anti-Aging yang Tepat
Sebelum membeli produk
anti-aging, biasakan membaca komposisi dan kandungan produk anti-aging yang
tertera pada kemasan. Pastikan beberapa bahan aktif ini tercantum dalam
kemasan, seperti: peptide, vitamin C, vitamin E, moisturizers, regenerators,
phytochemicals, dan sunscreen. Pilihlah serum dengan kandungan sunscreen apabila
Minasan ingin menggunakannya di bawah sinar matahari. Jika hanya digunakan di
malam hari, tidak perlu menggunakan serum dengan kandungan sunscreen.
Kandungan Retinol dan Retinoid
Umumnya seluruh produk
anti-aging memiliki kandungan retinol di dalamnya. Retinol merupakan turunan
paling lemah dari retinoid yang telah diuji sangat efektif mengatasi masalah
kerutan. Retinol sangat sensitif dengan sinar matahari, sehingga penggunaan
serum anti-aging banyak digunakan pada malam hari.
Namun semakin
berkembangnya teknologi dan sains, perusahaan kosmetik dapat menciptakan
microencapsulation pada retinol, yaitu proses mengelilingi setiap molekul
retinol dengan lapisan polymer yang melindungi retinol dari sinar matahari,
oksigen dan senyawa lainnya. Karena itu sekarang semakin bermunculan
retinol-retinol yang dapat aman digunakan pada pagi hari, untuk kulit sensitif
hingga pada area bagian mata.
Beda antara retinol dan
retinoid dilihat dari keampuhannya mengatasi kerutan. Retinoid telah terbukti
lebih ampuh mengatasi kerutan sekaligus jerawat namun membuat kulit menjadi
kering dan sensitif. Oleh karenanya, penggunaan retinoid ada di bawah
pengawasan dokter kulit. Sedangkan retinol lebih ringan daripada retinoid,
tetapi hasilnya juga tidak sebaik retinoid.
Beda Usia, Beda Pilihan Serum Anti-Aging
Semakin bertambah usia,
semakin tinggi pula kandungan serum yang dibutuhkan oleh kulit. Pada usia
30-an, kandungan peptide pada serum berguna untuk mencegah kerutan tampak di
permukaan dengan menambah produksi kolagen dalam kulit. Sedangkan pada usia
40-an, produksi kolagen menjadi lebih lambat dan mulai muncul bintik hitam dan
pori-pori membesar. Sehingga dibutuhkan kandungan antioksidan yang lebih banyak
yang berfungsi melindungi kolagen dari kerusakan.
Dr.
Gross menyarankan pilih produk dengan
kandungan poten seperti retinol atau Genisten, sejenis ekstrak kedelai yang
menghambat dan mengurangi enzim penghancur kolagen.
Saat memasuki usia 50
tahun, area perawatan akan semakin luas hingga leher. Masalah kulit yang timbul
di usia ini adalah kemerahan yang disebabkan oleh adanya jerawat rosacea atau
disebabkan adanya perubahan hormonal. Ekstrak teh hijau sangat disarankan
sebagai sumber antioksidan kulit sekaligus menyeimbangkan kadar hormon dalam
tubuh.
FAKTA: Hasil penelitian
para pakar yang dikembangkan dalam sebuah produk memang cukup efektif, jika
cream tersebut diaplikasikan pada night cream.
Julia
Fauchet, seorang trainer dari Lancome
mengatakan bahwa kulit beregenerasi tiga kali lebih cepat di malam hari
ketimbang di siang hari. Untuk itulah, sebagian besar produk anti-aging yang
berkualitas menawarkan manfaat anti-aging pada krim malam. Sedangkan krim pagi,
lebih menawarkan manfaat melembabkan.
Bagaimana agar krim malam efektif?
Yang pertama adalah,
selalu bersihkan wajah sebelum tidur dengan teratur. Meninggalkan bekas makeup
akan membuat kulit semakin larut dalam masalah. Bahkan krim malam Anda tak akan
berfungsi dengan baik bila Anda malas membersihkan wajah dari makeup.
Yang kedua adalah, jangan
gonta-ganti krim malam. Konsultasikan dengan para ahli, krim mana yang cocok
dengan kulit Anda. Gonta ganti krim malam justru akan membuat jaringan kulit
jadi bingung bahkan sampai mengalami iritasi hingga kerusakan.
Yang ketiga, selain
menggunakan krim malam. Pastikan saat pagi Anda menggunakan sun protection yang
cukup. Konsumsi air mineral yang cukup serta jauhi nikotin
0 komentar:
Posting Komentar