![]() |
| PROTEIN |
Protein
untuk membangun otot
Selain untuk
membangun otot protein juga berperan dalam:
- Regenerasi sel: terutama otot, tulang, kulit dan rambut Anda. Jaringan ini
terus diperbaiki dan diganti dengan protein baru.
- Hormon:
- Enzim: Sebagian besar enzim adalah protein, dan ribuan reaksi kimia
yang terjadi di seluruh tubuh Anda dipengaruhi oleh enzim.
- Transportasi: Misalnya, protein hemoglobin membawa oksigen ke sel tubuh
Anda.
Protein terdiri dari
unit yang lebih kecil yang dikenal sebagai asam amino. Dari 22 asam amino, 9
dianggap "esensial" artinya mereka harus dikonsumsi dalam makanan
karena tubuh Anda tidak dapat membuatnya.
Nilai nutrisi protein
tergantung dari profil asam amino. Secara umum, protein hewani dianggap
"protein lengkap" karena mengandung semua asam amino esensial dalam
jumlah optimal yang dibutuhkan tubuh Anda. Ini termasuk telur, susu, daging,
ikan dan unggas.
Protein nabati tidak
menyediakan semua jenis asam amino esensial namun dapat dikombinasikan dengan
sumber tanaman lain untuk membuat protein lengkap. Kacang, kacang-kacangan,
biji-bijian, kedelai, kacang-kacangan dan biji-bijian adalah contoh makanan
nabati protein tinggi .
![]() |
| Sumber-sumber Protein |
Berapa
jumlah protein yang kita konsumsi
Mengapa kita perlu makan protein? "Protein adalah satu-satunya kelompok makanan yang memberi kita sembilan asam amino esensial untuk membentukt jaringan otot."
Jumlah protein yang kita butuhkan setiap hari tergantung pada tingkat aktivitas dan berat badan kita.
Jumlah protein yang kita butuhkan setiap hari tergantung pada tingkat aktivitas dan berat badan kita.
Berapa Banyak sih Protein
yang Harus kita makan setiap hari?
Jumlah optimal protein yang
dikonsumsi per hari agak kontroversial.
Berdasarkan DRI (Dietary
Reference Intakes) 0,36 gram protein per pon berat badan, atau 0,8 gram per
kilogram, jadi orang seberat 150 pon (68 kg) membutuhkan sekitar 54 gram per
hari.
DRI adalah istilah umum
untuk nilai referensi yang digunakan untuk merencanakan dan menilai asupan gizi
orang sehat. Nilai-nilai ini bervariasi menurut umur dan jenis kelamin,
meliputi:
·
Recommended Dietary
Allowance (RDA): rata-rata asupan harian yang cukup untuk memenuhi kebutuhan
gizi hampir semua (97% -98%) orang sehat.
·
Adequate Intake (AI):
ditetapkan untuk kondisi khusus untuk memastikan kecukupan gizi, seperti pada
usia lanjut / penyakit tertentu.
·
Tolerable Upper Intake Level
(UL): asupan harian maksimum yang tidak menimbulkan efek kesehatan yang
merugikan.
Meskipun ini cukup untuk
mencegah kekurangan protein secara langsung, banyak ahli percaya DRI terlalu
rendah untuk kesehatan optimal, termasuk mempertahankan massa otot.
Faktanya, penelitian telah
menunjukkan bahwa orang dewasa khususnya lansia, memerlukan lebih banyak
protein daripada DRI, sekitar 0,6 gram protein per pon, atau 1,3 gram per
kilogram, untuk mencegah atrophy (berkurangnya massa otot) pada lansia.
Selanjutnya, makanan yang
menyediakan hingga dua kali lipat DRI pada 0,75 gram protein per pon, atau 1,6
gram per kilogram, bisa untuk meningkatkan berat badan dan mengurangi lemak,
memperbaiki komposisi tubuh dan melindungi otot selama penurunan berat badan.
Namun, meningkatkan asupan
protein Anda melebihi jumlah tersebut tidak memberi manfaat tambahan ( Jadi UL
protein = 1,6 gram per kilogram Berat Badan).
Diet
tinggi protein untuk menurunkan berat badan dan kesehatan secara keseluruhan
harus menyediakan sekitar 0,6-0,75 gram protein per pon berat badan, atau
1,2-1,6 gram per kilogram, dan 20-30% kalori Anda per hari.
Jadi untuk berat badan150
pon (68 kg) memerlukan sekitar 82-110 gram protein setiap hari, tergantung pada
asupan kalori.
Selain itu, penting untuk membagi
asupan protein Anda secara merata sepanjang hari, daripada mengkonsumsi 1x
dalam jumlah besar.
RESUME:Asupan harian 0,6-0,75 gram protein per pon
berat badan, atau 1,2-1,6 gram per kilogram, dapat meningkatkan penurunan berat
badan dan melindungi tubuh dari kehilangan massa otot selama penurunan berat
badan dan penuaan.
Efek
Protein pada Berat Badan
Sering dikatakan bahwa kalori adalah kalori, tidak peduli apapun
sumbernya, 1000% memang benar - jika Anda mengkonsumsi kalori lebih banyak daripada yang Anda butuhkan, berat
badan Anda tidak akan turun, kemungkinan besar justru naik jika tidak diimbangi
dengan aktifitas fisik yang memadai.
Namun, tubuh menangani
kelompok makanan yang berbeda dengan cara yang berbeda.
"Protein dan
karbohidrat memiliki jumlah kalori yang hampir sama, tapi karena protein
membuat Anda merasa kenyang lebih lama, kemungkinan Anda akan makan lebih
sedikit secara keseluruhan."
"Makanan
yang kaya akan protein seperti daging, ikan, susu, kacang-kacangan perlu waktu
lebih lama untuk dicerna - sampai empat jam, jadi membuat Anda merasa kenyang
lebih lama dari kelompok nutrisi lain seperti karbohidrat, yang dapat membuat kita
lebih cepat lapar.
"Tingkat
metabolisme tubuh kita juga akan meningkat secara signifikan setelah kita makan protein daripada setelah kita makan
karbohidrat atau lemak, hal ini juga berkontribusi pada penurunan berat
badan."
.
Nafsu makan dan rasa kenyang
Mengonsumsi lebih banyak protein dapat membantu menekan rasa lapar dan
nafsu makan Anda berjam-jam setelah makan.
Protein meningkatkan produksi
hormon seperti PYY dan GLP-1, keduanya membantu Anda merasa
kenyang. Selain itu, ini membantu mengurangi
kadar ghrelin, juga dikenal sebagai "hormon lapar"
Dalam sebuah penelitian terkontrol terhadap 12 wanita sehat, kelompok
yang mengkonsumsi makanan berprotein tinggi mengalami kadar GLP-1 yang lebih
tinggi, perasaan kenyang lebih kuat daripada kelompok yang mengkonsumsi makanan
rendah protein.
Karena efek ini,
asupan protein yang lebih tinggi biasanya menyebabkan pengurangan asupan
makanan secara keseluruhan.
Dalam studi lain, ketika 19 orang dewasa muda yang sehat diijinkan untuk
makan sebanyak yang mereka inginkan dalam makanan yang terdiri dari 30% protein,
mereka mengkonsumsi rata-rata 441 kalori lebih sedikit per hari daripada ketika
mereka mengikuti diet yang terdiri dari 10% protein.
Tingkat metabolisme
Asupan protein yang lebih tinggi dapat meningkatkan jumlah kalori yang
Anda bakar.
Pencernaan protein meningkatkan metabolisme sebesar 20-35%,
dibandingkan karbohidrat atau lemak
hanya naik 5-15% . Sebenarnya, beberapa penelitian telah mennunjukkan bahwa
ketika orang makan makanan dengan protein tinggi, mereka akhirnya membakar
lebih banyak kalori selama beberapa jam setelah makan.
.
Berat Badan dan Komposisi Tubuh
Tidak mengherankan, kemampuan protein untuk menekan nafsu makan,
meningkatkan rasa kenyang dan meningkatkan metabolisme bisa membantu
menurunkan berat badan. .
Dalam sebuah studi diet enam bulan terhadap 65 wanita dengan kelebihan
berat badan dan obesitas, kelompok dengan asupan tinggi protein kehilangan
lemak rata-rata 43% lebih banyak daripada kelompok dengan asupan tinggi
karbohidrat. Dan 35% wanita dalam kelompok dengan asupan tinggi protein
kehilangan setidaknya 22 pound (10 kg) .
Biasanya, bila Anda mengurangi asupan kalori, metabolisme Anda akan
melambat. Hal ini sebagian disebabkan oleh hilangnya otot.
Namun, penelitian menunjukkan bahwa asupan protein yang lebih tinggi
dapat membantu melindungi dari berkurangnya massa otot dan menjaga tingkat
metabolisme Anda tetap tinggi.
RESUME: Kemampuan diet tinggi protein untuk mengurangi rasa
lapar, meningkatkan perasaan kenyang, meningkatkan tingkat metabolisme dan
melindungi otot membuat mereka efektif menurunkan berat badan dan memperbaiki
komposisi tubuh.
Manfaat
Lain dari Protein
Selain efeknya yang menguntungkan pada berat badan, protein dapat
membantu memperbaiki kesehatan dengan beberapa cara lain:
- Meningkatkan
massa otot: Asupan tinggi protein dapat meningkatkan
ukuran dan kekuatan otot saat dikombinasikan dengan latihan ketahanan.
- Kurangi
kehilangan otot selama penuaan: Banyak orang kehilangan otot seiring
bertambahnya usia.
- Memperkuat
tulang: Asupan protein yang lebih tinggi dapat
meningkatkan kesehatan tulang. Dalam sebuah penelitian, wanita yang
lebih tua dengan asupan tinggi protein mengalami 69% penurunan risiko
patah tulang pinggul.
RESUME:Asupan tinggi
protein dapat membantu membangun massa otot, mencegah atrophy otot selama penuaan dan memperbaiki
penyembuhan luka.
Cara
Mengikuti Diet Protein Tinggi
Diet protein tinggi mudah diikuti dan dapat disesuaikan sesuai dengan
preferensi makanan dan sasaran kesehatan Anda.
Misalnya, Anda mungkin ingin mengikuti diet rendah
karbohidrat dan diet tinggi protein untuk menjaga agar gula darah tetap
terkendali.
Bahkan diet vegetarian bisa tinggi protein jika mengandung telur atau
susu dan banyak kacang-kacangan dan protein tanaman lainnya.
Berikut adalah beberapa panduan dasar untuk mengikuti diet protein
tinggi:
- Buat buku
harian makanan: Mulailah buku harian makanan menggunakan
aplikasi atau situs web yang menyediakan nilai protein untuk ribuan
makanan dan memungkinkan Anda menentukan sasaran kalori dan macronutrien
Anda sendiri.
- Hitung
kebutuhan protein: Untuk menghitung kebutuhan protein Anda, berat
badan Anda dalam pound dikalikan 0,6-0,75 gram, atau berat badan Anda
dalam kilogram dikalikan 1,2-1,6 gram.
- Konsumsilah
minimal 25-30 gram protein saat makan: Penelitian telah
menunjukkan bahwa mengkonsumsi minimal 25 gram protein pada makanan dapat
meningkatkan penurunan berat badan, menjaga massa otot dan kesehatan
keseluruhan dengan lebih baik..
- Sertakan
protein hewan dan tumbuhan dalam makanan Anda: Mengonsumsi
kombinasi kedua jenis ini membantu membuat makanan Anda lebih banyak
nutrisi yang dibutuhkan tubuh..
- Pilih
sumber protein berkualitas tinggi: Fokus pada daging
segar, telur, susu dan protein lainnya, daripada daging olahan seperti
daging asap dan daging olahan yang lain.
- Konsumsilah makanan seimbang: Komposisi antara makanan tinggi protein dengan sayuran, buah-buahan dan makanan nabati lainnya setiap kali makan.
RESUME: Menghitung
kebutuhan protein Anda, Melihat asupan Anda dalam buku harian makanan dan
merencanakan makanan seimbang akan membantu Anda mendapatkan hasil terbaik pada
diet tinggi protein.
Potensi
Efek Merugikan Diet Tinggi Protein
Diet protein tinggi aman dan sehat bagi kebanyakan orang.
Berlawanan dengan mitos, asupan protein yang lebih tinggi tidak
menyebabkan masalah ginjal pada orang dengan fungsi ginjal normal.
Hai ini diperkuat dengan sebuah penelitian yang menemukan bahwa ketika
penderita diabetes dengan berat badan berlebih dan penyakit ginjal tahap awal
mengkonsumsi diet penurunan berat badan yang terdiri dari 30% protein selama 12
bulan, fungsi ginjal mereka tidak memburuk.
Di sisi lain, orang yang sudah memiliki penyakit ginjal sedang sampai
lanjut biasanya perlu mengurangi asupan proteinnya untuk mempertahankan fungsi ginjal
yang tersisa.
Diet protein tinggi juga dapat meningkatkan batu ginjal pada orang yang
rentan. Satu studi menemukan hal ini terutama berlaku untuk protein hewani
dalam jumlah tinggi, dan bukan protein nabati.
Selain itu, orang dengan penyakit hati atau kondisi kesehatan serius
lainnya harus memeriksakan diri ke dokter sebelum memulai diet tinggi protein.
RESUME:Diet tinggi protein aman bagi kebanyakan orang, namun
bisa menyebabkan masalah pada individu dengan penyakit atau kondisi kesehatan
tertentu.
Apakah
ada risiko mengkonsumsi terlalu banyak protein?
"Ada
risiko dengan makan terlalu banyak dari kelompok makanan atau minuman apa
pun," kata Thakrar, "dan protein yang berlebihan dapat meningkatkan beban
kerja bagi ginjal Anda untuk menyaring asam amino. Bagi beberapa kelompok
seperti lansia yang lemah, bisa berbahaya bagi kesehatan. "
Bagi
orang dewasa yang sehat dan aktif, tidak ada jumlah protein yang menimbulkan
masalah. Namun tetap ada batas jumlah protein dalam satu kali makan yaitu
sebesar 30 gram.
"Mengonsumsi
lebih dari 30g protein pada satu kali makan tidak ada gunanya," kata
Thakrar. "Tubuh Anda akan mengeluarkan kelebihan asam amino lewat kencing. Tidak ada manfaatnya kan.



0 komentar:
Posting Komentar